Rabu, 26 Oktober 2011

Pierre Fournier - Beethoven. (english)

Pierre Fournier - Beethoven - The Music for Cello and Piano

Duo sonatas for cello and piano, which were a novel form of a chamber music when Beethoven's op. 5 appeared in 1796, marked the final emancipation of the "little bass", whose origins go back to the 16th century, and which was used above all as a continuo instrument and as a member of the orchestra. The devolpment of performnig technique and the widening of the cello's field of action went hand in hand. In the first two decades of the 19th century the virtuoso cellist Jean-Louis Duport, whose playing inspired Beethoven to write works for cello, established the basic principles of fingering and bowing technique. Around the middle of the century the spike or end -pin was introduced, giving the instrument a firmer grip on the ground and also increasing its resonance, with the result that the masculine, baritone sound of the cello could be displayed fully when it was used as a melody instrument. Before that, the cello had taken on the role of the fundamental bass instrument in the up-and-coming string quartet and string trio genres. At the same time its importance in the symphony orchestra increased steadily. The first touring virtuoso cellists began to enhance the reputation of their instrument, and it soon became fashionable among amateur musicians as well. These included King Frederick William II of Prussia. To please this royal music-lover Mozart gave greater melodic interest than usual to the cello parts in a group of his late string quartets. It was to this King of Prussia, too, that Beethoven dedicated his two duo sonatas op. 5, the earliest major works of the Classical-Romantic repertoire for cello. (Karl Schumann)

BOTTLESMOKER ASIAN TOUR 2011

BOTTLESMOKER ASIAN TOUR 2011
Smiles to 5 Countries in 19 Days (26 February – 16 March)
Malaysia – Brunei Darussalam – China – Hong Kong – Indonesia

Halo teman-teman Musikatorian, senang rasanya bisa berbagi kebahagiaan. Kali ini kami berbagi tentang sebuah impian, kebahagiaan, harapan, dan doa. Tepat tanggal 26 Februari 2011, kami akan melakukan perjalanan mengunjungi kota-kota besar di 5 negara dalam rangkaian BOTTLESMOKER ASIAN TOUR 2011. Bagi kami, ada rasa kewajiban untuk berbagi, karena, 4 tour sebelumnya seperti “Hello We Are Bottlesmoker, Malaysian Tour 2009”, “Bottlesmoker Smiles to Philippines 2010”, “Bottlesmoker Smiles to Malaysia 2010” dan “Botol Jalan-jalan 2010” (Indonesian Tour) berhasil kami capai dan rasakan perjalanannya bersama kalian semua, dan berkat doa dan dukungan dari teman-teman semua di seluruh Indonesia. Mungkin kata ‘doa’ terlalu eksplisit bagi kalian, namun tidak bagi kami. Karena kami memang memerlukan ‘doa’ dari kalian, kami adalah band/group/duo yang tidak memiliki record label di Indonesia, kami melakukannya sendiri, mandiri, tanpa bantuan dari manajemen artis / label manapun. Maka, ‘doa’ ini adalah salah satu bentuk support yang kami harapkan dari rasa ‘kesendirian’ dan ‘dianak-tirikan’ di negeri sendiri.
BOTTLESMOKER ASIAN TOUR 2011 dimulai tanggal 26 Februari dan berakhir tanggal 16 Maret. Perjalanan selama 19 hari ini akan dimulai di kota Kuala Lumpur, Malaysia dan berakhir di kota Medan, Indonesia. Kuala Lumpur adalah kota yang memulai perjalanan kami, Malaysia juga adalah negara pertama yang mengundang kami untuk tour ke luar Indonesia tahun 2009. Lalu kota Medan dipilih sebagai penutup tour kali ini karena Medan adalah kota besar selain Bandung dan Jakarta yang memiliki apresiasi dan respon positif cukup banyak terhadap musik kami. Dalam perjalanan nanti, kami pun akan melakukan perform di Gadong, Kuala Belait & Bandar Seri Begawan (Brunei Darussalam), Shanghai, Beijing (China), dan Wan Chai (Hong Kong). Salah satu yang membuat kami bangga dan bahagia adalah, kami ditunjuk untuk mewakili Indonesia dalam ASIAN ECHO 2011 di Beijing (China), sebuah kehormatan bagi kami, setelah tahun lalu kami ditunjuk juga untuk mewakili negeri ini dalam A*FEST 2010 di Manila, Philippines.
Tour ke 5 ini merupakan tour terbesar sepanjang perjalanan kami, di-organize oleh kami sendiri bersama teman-teman dari setiap perwakilan dari Malaysia, Brunei Darussalam, China dan Hong Kong. Didukung juga oleh Clothing Line local yang selama ini mensupport kami, yaitu SCREAMOUS. Kami berharap, perjalanan tour di 5 negara dalam 19 hari ini menjadi sarana yang baik untuk menyebarkan musik kami, dan menjadi jembatan sekaligus membuka cakrawala baru untuk teman-teman kami di Indonesia. Kami berharap kita bisa berbagi hal ini kepada yang lain, dan akan menjadi motivasi bagi kami untuk melakukan perjalanan lainnya jika perjalanan ini menjadi trigger untuk yang lain. Dan suatu hari nanti, kami yakin akan bertemu lagi dengan kalian semua untuk berbagi kebahagiaan lain. Terima kasih untuk waktunya, terima kasih untuk apresiasinya, terima kasih banyak untuk segala bentuk respon yang kalian sampaikan kepada kami, hingga kami merasa ‘ada’ di sekeliling kalian.

Nokia X6 comes with music

Hey guys, Nokia mengeluarkan produk baru, Comes With Music. Handset pertama yang dirilis untuk mendukung produk baru ini adalah Nokia X6.

Nokia Comes With Music, Apa Itu?

Overview
Nokia Comes With Music (CWM) adalah layanan musik dari Nokia, yang memberikan kebebasan kepada member (anggota) untuk mengoleksi lagu yang tersedia. Menurut press release, perpustakaan CWM hingga saat ini sudah mencapai lebih dari 3 juta lagu. Kamu bisa mendownload lebih dari 3 juta lagu tanpa batas dari Ovi Music Store ke PC atau secara wireless ke ponsel Nokia yang dioptimasi untuk edisi Comes With Music selama 12 bulan. Semua lagu yang kamu download jadi milik kamu selamanya dan tetap bisa diputar, bahkan ketika masa keanggotan CWM habis. Kamu bisa tahu selengkapnya lihat di www.nokia.co.id/play. Layanan ini untuk sekarang hanya bisa digunakan hanya dengan memiliki ponsel Nokia edisi Comes With Music, yaitu: Nokia X6.
Untuk memasang lagunya sendiri, kamu bisa download Ovi Player dari CD yang ada di dalam paket penjualan atau dapatkan Ovi Player di website Nokia. Software Nokia Ovi Player ini, memungkinkan kamu men-download, mengelola, memutar dan mentransfer musik di PC dan Perangkat Nokia Ovi Player. Program ini gratis di-download dan memudahkan pengelolaan musik bersama kamu, ke mana pun kamu pergi.

Perpustakaan Lagu Comes With Music

Semalam, saya mencoba mendownload Them Crooked Vultures lewat Nokia X6. Sesudah mengaktivasi account (dengan 2 alternatif cara dibawah), langkahnya hanya beberapa klik. Yang diperlukan hanyalah sambungan internet (entah 3G atau WiFi). Sementara itu jenis musik yang ada di Nokia Comes With Music bermacam-macam. Dari Klasik, Country, Dance, Hip-Hop, Jass, Pop, Rock, World Music dan banyak lagi. Jadi, banyak pilihannya, tergantung selera kamu pribadi.

Mobile Browsing & Download Experience

Ok. Setelah mencoba Nokia X6 beberapa hari, saya rasa, fitur paling penting adalah bagaimana saya bisa mendownload lagu langsung lewat HP, bukan lewat komputer desktop. Mengapa? Karena membuat saya, yang ingin memiliki lagu jadi sangat mudah. Maka dari itu, saya akan bercerita tentang pengalaman saya men-download lagu langsung dari Nokia X6.
Well, sebagai rocker, saya langsung browsing perpustakaan lagu Rock dengan membuka jendela Music Store di Nokia X6. Ketika pertama masuk, saya langsung disuguhi kategori Lagu Terbaru, Pilihan Editor Ovi, Lagu Paling Sering di Download, dan Album paling sering di Download.
Di kategori Lagu Terbaru, saya menemukan OK GO, satu album penuh. Saya memilih 2 lagu untuk saya download; WTF dan This Too Shall Pass. Setelah memilih, saya diminta login menggunakan account Nokia (pendaftaran gratis), dan download proses pun berlangsung seketika. Tidak sampai 5 menit, dengan cara download satu persatu, kedua lagu ini secara otomatis dimasukkan ke perpustakaan Nokia X6 (yang total storage-nya 16 gb). Setelah menutup jendela Music Store, saya membuka jendela Music Player, yang termasuk dalam default instalasi Nokia X6, dan lagu baru saya langsung bisa saya nikmati.
Awesome.
Segitu aja ceritanya? Iya. That’s it. Maaf ngga bisa lebih panjang. Prosesnya sederhana, ringkas dan sangat cepat. Makanya, seperti saya bilang barusan, fitur ini sangat penting.

Tips


Link, Kontak dan Informasi Selanjutnya

Jika kamu butuh informasi selanjutnya, silahkan melaju ke:

Oh ya. Kalau kamu ingin mengikuti gadget apa saja yang saya gunakan untuk pekerjaan dan kehidupan saya sehari-hari, Follow saya di jojo. Cheers.

Selasa, 25 Oktober 2011

sejarah" Music indonesia

Sejarah musik di Indonesia

by Jordi on sep 31, 2011
Berbicara tentang sejarah musik, musik telah dikenal sejak jaman nenek moyang kita. Musik kerap kali mengiringi upacara – upacara adat tertentu. Indonesia sendiri memiliki beragam jenis musik, hal ini dipengaruhi banyaknya suku adat yang ada. Dari 17.508 pulau yang ada di Indonesia memiliki budaya dan jenis musik sendiri. Tak salah bila Indonesia menjadi negara kaya akan seni dan budaya, termasuk seni musik ini. Musik tradisional yang paling banyak digemari adalah musik Gamelan dan Keroncong. Sedangkan musik moderen yang paling populer adalah musik pop dan dangdut. Musik menurut Aristoteles mempunyai kemapuan mendamaikan jiwa yang gundah, mempunyai terapi yang rekreatif dan munumbuhkan jiwa patriotisme. Ya kalo lagunya Garuda Pancasila, lha kalo lagunya Kamulah mahkluk Tuhan yang paling sexy milik Mulan Jameela..hehe

Jika menurut saya musik adalah sebuah irama yang berasal dari suatu alat musik yang dimainkan secara bersamaan. Terkadang musik juga bisa berasal dari bebunyian benda – benda yang dimainkan oleh sekelompok orang, contoh seperti kelompok – kelompok perkusi yang memainkan benda -benda yang bukan termasuk alat musik ( galon air, ember, botol, dll ).
Sejarah musik keroncong masuk di Indonesia dibawa oleh bangsa Portugis saat memasuki Indonesia. Pada awal tahun 1900 musik keroncong dianggap musik rendahan. Akan tetapi setelah tahun 1930 an musik keroncong mulai banyak digemari, saat itu dunia perfilman mulai menggabungkan musik keroncong dalam film – film yang diproduksi. Ketika itu musik keroncong terhubung dengan perjuangan kemerdekaan. Dan lagu keroncong yang sangat populer saat itu adalah Bengawan Solo ciptaan Gesang Martohartono yang ditulis pada tahun 1940. Lagu ini ditulis ketika Tentara Kekaisaran Jepang menguasai pulau Jawa pada Perang Dunia II. Tidak hanya populer dikalangan orang Jawa saja, akan tetapi lagu ini juga populer di kalangan tentara Jepang, ketika selesai perang lagu ini dibawa ke Negara asal nya dan mereka menyanyikannya di sana. Banyak penyanyi Jepang yang membuat best seller dengan lagu Bengawan Solo ini.

Dangdut, mejadi musik yang lebih modern dari Keroncong termasuk musik yang sangat banyak digemari di negeri ini. Walopun sebagian orang menganggap dangdut tergolong musik rendahan, namun tetap bertahan sampai sekarang. Dangdut juga tergolong musik dansa, dan sudah populer sejak tahun 1970 an. Dangdut memang sangat cocok dengan kondisi negara kita saat ini, dengan mengikuti irama musik dangdut seakan menghilangkan beban yang ada. Biarpun harga – harga melambung tinggi, goyang terus…tariik maang.. Dalam perkembangannya dangdut memang akrab ditelinga rakyat menengah ke bawah. Makin populer ketika muncul gelar Raja Dangdut ( Rhoma Irama ) dan Ratu dangdut ( Elvi Sukaesih ). Sampai sekarang musik dangdut masih sering terdengar ketika kita melintas dijalan – jalan perkampungan, perumahan bahkan di perkotaan. Sesekali saya saran kan dengarkan musik dangdut ini, tak usah malu..musik dangdut juga musik asli Indonesia. Dangdut is the music of my country seperti lagu Project P.
Sedangkan perkembangan musik Pop di Indonesia juga tak kalah cepat. Banyak sekali bermunculan band – band baru di Indonesia, dan semakin menambah semarak perkembangan musik di tanah air. Namun jika kita lihat sangat sedikit band – band yang mengusung musik daerah, apalagi dengan lagu bahasa daerah. Hampir tidak pernah kita temui. Namun begitu tetap juga ada sekelompok kecil yang tetap mempertahan kan musik daerah atau lagu dengan bahasa daerah, salah satunya adalah band dengan aliran Rock Funk de Java yang tetap mempertaha kan lirik lagunya dengan bahasa daerah.  Waah…ini baru gebrakan, pengen tau seperti apa musik mereka…silahkan cari aja di google dengan mengetikkan keyword Funk de java. Satu lagi band yang mengusung musik – musik penggugah semangat anak muda untuk cinta Indonesia adalah Band Cokelat, pastinya sudah kenal kan..tak usah di uraikan profilnya..hehe
Dengan semakin berkembangnya musik di tanah air ini, harapannya semoga para pekerja musik di tanah air ini tetap mempertahankan budaya yang ada. Sehingga musik – musik daerah tetap bisa bertahan, walopun dengan sedikit sentuhan berbeda. Jika para pekerja musik bisa kreatif musik – musik daerah bisa dikembangkan atau mungkin diaransemen ulang dengan sedikit tambahan musik modern. Saya yakin hasilnya tetap enak didengar…saya inget teman saya pernah ngomong bahwa musik adalah bahasa universal..yang penting enak didengar, membuat kita rileks kenapa enggak..bagaimana dengan pendapat para sahabat??

Jumat, 30 September 2011

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Enterprise Project Management